:Bahagia dan tersenyumlah

:Banyak buku yang harus dibaca

:12 tercapai dari 99 target

· Komentari · Suka · Beri makan · Tanya-Tanya Quiz

Maaf tidak untuk dijual

20 April 2014

Kehidupan Mahasiswa Kedokteran Tahun Kedua

Assalamualaikum, Hello world!

Alhamdulillah hampir 2 tahun rasanya kuliah di fakultas kedokteran
Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sama kayak dulu, kampusnya murah
banget, sekali lagi tergantung masuknya lewat jalur mana, kalo lewat
pintu semut juga ga muat, wkwkwwk... Pipi makin tembem di sini,
kebanyakan di glonggong air cucian motor.

Mungkin masih masih banyak adek-adek SMA yang mengidolakan kuliah di
fakultas kedokteran. Di sini jurusan untuk menempuh ke arah profesi
dokter bernama Pendidikan Kedokteran. Konon katanya jurusan kami ini
dikira sekolah yang mempersiapkan lulusan yang siap mendidik dokter,
sejenis ilmu keguruan dan pendidikan. Wuih gila bener... dan isunya
akan diganti dengan nama PSK (Program Studi Kedokteran). PSK murah
meriah... awas loh banyak yang pengen daftar ke sini. Tapi jangan
harap gedung yang baru (sebut saja gedung hijau) di kompleks kampus
Kentingan cepat selesai. Pasalnya proses pembangunan gedung tersebut
lama banget. Padahal mahasiswanya udah ngiler-ngiler pingin ngerasain
gedung baru. Satu hal lagi rumah sakit pendidikan... katanya mau
dibangun. Tapi saat ini hanya sebuah lahan kosong di pinggir jalan.
Padahal kanan kirinya udah ada rumah sakit. So? Kita tunggu
kelanjutannya...

Kehidupan mahasiswa FK di kampus UNS sangat erat kaitannya dengan
asistensian, pre test dan responsi. Ya, kegiatan ini seolah peristiwa
sakral dimulai sekitar jam 6 pagi untuk mendapatkan materi lab. Para
Asisten udah berjaga di depan ruang kuliah sambil mengabsen mahasiswa.
Namun kegiatan ini mulai dikurangi karena banyak pihak yang keberatan.

Ujian blok... ahh... mendengar kata-kata itu...

OSCE... practice make prefect

Satu hal lagi. Kegiatan luar akademik di FK UNS sangat dinamis dan
hidup. Bisa dirasakan dinamika dan kesibukan menjalaninya. Entah
kenapa kampus jam 4 sore lebih ramai daripada jam aktif kuliah
(08.00-16.00)

Kuliah di FK UNS itu tergantung kamu, kamu yang milih, kamu yang
belajar. Sistem pembelajaran di sini adalah PBL (Problem Based
Learning) dengan mengedepankan diskusi Tutorial. Ya... meskipun sering
salah fokus... Intinya kalo masuk sini harus kenal yang namanya mawas
diri. Harus tau saat kita lagi haus ilmu atau saatnnya kita sharing
ilmu. Ilmu gak harus di dapat dari buku, bisa keluar dari mulut teman
atau dosen... atau kita menghadapi sebuah puzzle kehidupan. Read More..

12 April 2014

RAISA - Pemeran Utama (Official MV)

Hello World!
Raisa - Pemeran Utama. Tetap tampil dengan suaranya yang khas, unik. Komposisi suaranya dan video clip cocok banget. Menggambarkan secara ringan dengan elegan. Raisa tetep kelihatan cantik di video ini kok, hahaha, plus kelihatan mendalami peran banget.
Cocok untuk masukin playlist nih...






Read More..

28 Februari 2014

Cerita Fiksi : OTAN (Bagian 2)

Malam yang panjang itu memaksa Kone mencari tempat yang nyaman di sela desa itu untuk beristirahat. Dalam hatinya kacau. Ia mengelak dan mencoba bangun dari mimpi buruk itu. Dia mencubit, menampar, membentukan kepalanya ke dinding berkali-kali supaya rasa sakit itu bisa membangunkannya

"Sial...sial...sial".....
"Mama... aku pengen pulang"

Dalam hatinya ia menyesali keberadaannya di tempat yang sangat asing itu. Di dekat rumah salah satu orang utan, ada sebuah sudut pagar dengan atap yang terbuat dari rumbai daun kelapa. Temaram cahaya purnama membekas di pipi Kone yang berbulu. Tangannya bisa menjangkau kakinya meski ia berdiri.

"Hiks..hiks..hiks.."
Dia menangis, mendekapkan kedua tangannya dan membungkuk dalam kegelapan. Malam itu Kone melewatinya sendirian...

#Bagian 2
Tiba-tiba terdengar dentuman keras... Beberapa kali
Suara yang menggelegar dan beberapa langkah kaki...
Rasanya tubuhku terayun-ayun

"Hoi bangun!"
Sesuatu yang tajam menusuk wajah, mataku masih belum bisa melihat jelas.
Samar-samar bayangan buram itu menjadi jelas. Aku melihat seekor kucing mengikutiku..bukan, aku pastikan lagi itu adalah seekor harimau. Harimau dengan taring yang menjulang dan mata yang dingin. Anehnya harimau itu berjalan seperti manusia. Tidak seperti harimau yang aku lihat di buku sejak aku masih kecil. Dia memegang kayu yang tadi kurasakan.

Aku sadar... aku sedang berada dalam sangkar besi. Aku meringkuk di sana. Langkah kaki yang aku dengan ternyata adalah langkah para Harimau ini. Kira-kira ada sekitar 12 harimau yang membawaku. Aku tidak tahu pasti. Tapi semuanya tampaknya sangat tenang. Hanya aku yang disini tetap bingung.

"Ceritakan asalmu dari mana!" ucap seekor harimau di sampingku
Aku terheran, sejenak aku mencoba berpikir kembali. Mengingat kembali peristiwa yang telah aku alami.
"Mmm... masih tidak mau menjawab ya?" timpal harimau yang lain.
"Kalau begitu kita serahkan saja dia pada kepala suku" ucap harimau pertama.
"Cih..hasil berburu kita tidak terlalu baik hari ini" Harimau yang lain ikut berkomentar.

Dari kejauhan tampaknya aku juga bisa melihat kandang besi yang kosong. Mereka mendorong kandang besi itu menggunakan kereta. Di barisan bagian depan tampak seekor harimau yang menggunakan jubah yang berbeda diantara yang lain. Aku yakin dialah pemimpin kelompok ini. Harimau-harimau ini berpakaian. Mereka menutupi rambut mereka dengan kain yang terjahit. Harimau, dengan loreng coklat di balut dengan kain hitam. Hanya satu yang menggunakan jubah berwarna merah. Aku tidak tahu siapa mereka dan kenapa mereka membawaku. Bukankah harimau tidak pernah menangkap mangsa sebelumnya?

"Kita berhenti di sini dan menginap dulu" sang ketua kelompok memberikan aba-aba. Pada akhirnya mereka semua berhenti dan membangun tenda di tengah hutan. Rimbunan atap dari pohon menutupi cahaya matahari yang segera turun ke tempat peraduan. Hari itu langit tampak orange. Kemudian malam pun berganti.

Ketika malam mereka berkumpul di tengah lingkaran tenda sambil membicarakan sesuatu yang serius. Dari sini aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Akan tetapi tampaknya mereka sedang tidak dalam kondisi yang baik. Tidak ada canda tawa atau senyuman. Aku masih tetap terkurung di sangkar besi agak jauh dari kemah mereka. Malam kian dingin, sinar bulan purnama pun merajai. Harimau-harimau itu mulai beristirahat dan api unggun pun dipadamkan.

Aku berusaha untuk lari dari sini. Dengan cara apapun itu. Tidak mungkin aku memukul jeruji besi ini dengan tanganku. Pada waktu itu aku melihat segerombolan kunci yang tidak sengaja tercecer di dekat kurungan. Aku mencoba meraih, namun tanganku terlalu kecil dan pendek. Bener-benar kecil dan pendek. Aku merasa tidak berdaya. Ketika itu sinar bulan purnama semakin berjaya. Tidak terasa pantulan sinarnya mengarah ke wajahku. Tanganku masih mencoba menggapai kunci itu. Aku hanya bisa bersandar di barisan jeruji besi yang dingin. Tiba-tiba aku merasakan ada yang ringan. Seolah-olah jeruji besi yang aku rasakan menghilang. Jangkauan tanganku pun semakin mendekati kunci itu. "Bruk" aku terjungkal, rasanya jeruji besi itu tiba-tiba menghilang. OH..,Tidak~! Bukan jeruji besinya yang menghilang!! Tetapi tubuhku menjadi transparan dan sekarang aku berada di luar sangkar besi tersebut. Aku bingung, apa yang sebenarnya terjadi...

Aku tidak menyiakan kesempatan itu, langsung saja aku berlari meninggalkan harimau-harimau itu dengan pikiran penuh tanya. Siapakah diriku sebenarnya? Aku berlari senyap meninggalkan mereka dan memasuki hutan. Aku berlari... terus... dan terus berlari menjaga jarak dari kejaran mereka seandainya salah satu dari mereka sadar bahwa aku telah kabur. Hutannya sangat gelap sekali tapi aku tidak boleh lengah dari mereka.

Hampir separuh malam akhirnya aku sampai di ujung hutan. Aku melihat sebuah danau yang cukup besar. Aku lega.... ingin rasanya minum dari danau tersebut. Pada saat aku semakin mendekat ke arah danau aku melihat sesosok orang utan sedang berdiri di tengah danau.. Dari belakang ku lihat rambutnya coklat disirami cahaya purnama dan dia tampak kebingungan memandangi tubuhnya. Kemudian dia sejenak memandangi air. Tak berapa lama orang utan itu meninggalkan danau dan memasuki jalan setapak ke dalam hutan...

Aku pun segera mengambil minum... Dari pantulan airnya aku bisa melihat wajahku dengan kepala yang botak. Aku baru ingat siapa aku. Perkenalkan namaku adalah Quetra. Aku adalah mahluk sebangsa Tuyul Hutan  (Bersambung....) ^_^

Read More..