:What I've done?

:Setelah selesai urusan, kerjakan urusan lain

: Little things, 4 days to make it habit #99 target


· Komentari · Suka ·

Maaf tidak untuk dijual

9 Januari 2015

Jangan Takut Lapar!!!

Orang yang sudah mapan takut lapar
Kebanyakan yang tua menganggapnya sedemikian
Lapar itu sakit!
Lapar itu sakit!
Sedikitpun jangan sampai merasakan...
Tak heran jajaran polisi senior gendut
Tak jarang pengacara senior berperut buncit
Apa yang mereka takutkan?
LAPAR!?

Mata cekung di tepi jalan
Dia berteriak!
Kenalkan inilah sahabatku
bernama Lapar

Perut itu punya mulut
Perut itu punya taring
Perut itu bisa membunuh
Perut itu bisa menyiksa saudaranya sendiri
Ketika perut itu bersenjatakan lapar
menyandera nurani yang tak berakal

Apa yang ditakutkan?
LAPAR!?

Terima kasih Ar-Rahman
Lapar itu wujud nikmat
Lupa rasanya nikmat tanpa rasa lapar
Lapar itu jalan untuk terus berjalan

Jangan sampai lapar ini membuatku lebih takut daripada takut kepada-Mu
Read More..

24 Desember 2014

Berfoto, pelengkap hingga tujuan.

Hello world
Assalamualaikum,

Sudah saatnya memasuki musim Liburan?
Bagaimana dengan liburan Anda? Apakah anda menikmatinya?

Liburan merupakan salah satu hal yang ditunggu oleh masyarakat setelah sekian lama berkutat pada rutinitas yang menjemukan. Namun tak jarang liburan malah menimbulkan rasa tertekan seperti ingin bersaing dengan kolega atau teman dalam berlibur. Di era memotret begitu sangat mudah ini, berfoto atau lebih dikenal selfie sudah menjadi tujuan dalam berwisata. Liburan tidak lengkap dengan adanya bukti nyata melalui jepretan kamera. Mulai dari kamera handphone sampai kamera profesional yang dipakai biasa-biasa saja hehehe...

Awalnya berfoto selama liburan merupakan pelengkap dan kenang-kenangan selama melakukan wisata. Zaman dulu pun jumlahnya tidak begitu banyak, sehingga menimbulkan jepretan dengan momen yang sangat berharga dalam setiap peristiwanya.

Namun di zaman teknologi yang sudah canggih seperti ini berfoto selama liburan sudah beralih fungsi. Masyarakat cenderung menggunakan foto sebagai sarana untuk menunjang ke-eksis-an, terutama dengan adanya dunia maya. Tidak jarang tujuan wisata telah digantikan dengan tujuan mendapatkan perhatian di dunia maya. Sehingga kebanyakan masyarakat saat ini lebih tertuju untuk mencari perhatian dan apresiasi daripada mengagumi dan menikmati keindahan alam. Apakah Anda merasa begitu?
 
Masyarakat Indonesia mayoritas masih memiliki pola konsumtif. Mayoritas bukan berarti semuanya loh ya. Akan tetapi kita masih terlalu mudah untuk ditekan dengan berbagai promosi produk dari luar negeri. Kita terlalu mudah tergiur dengan produk kamera terbaru dengan mengesampingkan pertimbangan kebutuhan. Pola konsumtif ini seharusnya dapat dibarengi dengan usaha produktif, salah satunya dengan dunia kreatif.

Saya yakin semua orang di Indonesia sudah memiliki gadget di masing-masing sakunya. Namun apakah dengan alat tersebut kita menjadi manusia yang lebih bijak?

Mari kita nikmati waktu yang spesial ini dengan sebaik-baiknya ^_^
Wassalamualauikum. Read More..